Jumat, 16 Desember 2011

alat bantu penangkapan ikan


Cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan
Alat Bantu Penangkapan Ikan adalah sarana, perlengkapan atau benda lain yang dipergunakan untuk membantu dalam rangka efisiensi dan efektifitas penangkapan ikan. Pembagian alat bantu penangkapan ikan berdasarkan jenisnya :
·         Alat Bantu Pengumpul Ikan adalah sarana periengkapan atau benda lain yang dipergunakan untuk membantu efisiensi dan efektifitas mengumpulkan ikan untuk ditangkap misalanya cahaya dan rumpon
·         Alat Bantu Penginderaan Ikan adalah sarana perlengkapan atau benda lain yang dipergunakan untuk penginderaan keberadaan gerombolan ikan seperti fishfinder. sonar, echosounder, under water camera.
·         Alat Bantu Pengoperasian Alat Tangkap adalah sarana perlengkapan atau benda lain yang dipergunakan untuk membantu pengoperasian–alat penangkap ikan seperti line hauler, winch, power block.
Cahaya lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan
            Ada beberapa cara untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan yaitu dengan menggunakan alat bantu cahaya lampu (light actraction) dan dengan menggunakan alat bantu rumpon (fish aggregating). Fungsi cahaya lampu untuk usaha penangkapan pada malam hari sangat penting ditinjau dari tingkah laku ikan dan aspek biologinya. Alat bantu penangkapan ikan baik berupa cahaya lampu maupun rumpon fungsinya hanya membantu untuk mengumpulkan ikan pada suatu area sehingga ikan – ikan terkumpul kemudian dilakukan usaha penangkapan.

 Usaha penangkapan ikan pada prinsipnya adalah mencari gerombolan ikan yang kemudian dilakukan penangkapan dengan suatu alat tangkap purse seine. Salah satu cara yang digunakan untuk mengumpulkan ikan baik dari arah vertikal maupun horisontal adalah dengan menggunakan cahaya lampu. Fungsi cahaya lampu dalam usaha penangkapan ikan (light fishing) adalah dapat merangsang dan menarik(Atractor) atau juga karena rangsangan cahaya (Stimulus), Hermanto (2000).

Pada umumnya ikan – ikan tertarik oleh cahaya lampu adalah ikan – ikan yang mempunyai sifat fototaxis, tertarik atau terangsang oleh cahaya. Penyebaran cahaya (E) dipermukaan perairan dapat dinyatakan bahwa kuat cahaya dari pada lampu (dt) berbanding dengan luas area penerangan (da).


                                                               dt                                                                     1m
E          =                                              dimana lux      =
                                                               da                                                                    
            Artinya dengan kekuatan cahaya 1 lux dapat menerangi area seluas 1 m (1 lux = 1m/m). Ikan mempunyai respon terhadap cahaya yang disebabkan oleh cahaya besarnya antara 0,001 – 0,01 lux dimana besarnya tergantung kemampuan suatu jenis ikan dalam beradaptasi. Cahaya lampu yang telah dikenal cesara luas oleh para nelayan merupakan alat pengumpul ikan yang sangat efektif, terutama untuk jenis – jenis ikan pemakan plankton (herbivora) dan hidup dipermukaan perairan.

Disebutkan bahwa cahaya merangsang dan menarik ikan (fototaxis positif), sifat fototaxis ini dapat berubah – ubah tergantung kepada tingkathidup dan kedewasaan jenis ikan itu sendiri (Brand, 1964).

 Ikan tertarik oleh cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal region pada otak). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut phototaxis. Dengan demikian, ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fhototaxis, yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis.

Ada beberapa alasan mengapa ikan tertarik oleh cahaya, antara lain adalah penyesuaian intensitas cahaya dengan kemampuan mata ikan untuk menerima cahaya. Dengan demikian, kemampuan ikan untuk tertarik pada suatu sumber cahaya sangat berbeda-beda. Ada ikan yang sangat senang pada intensitas cahaya yang rendah, tetapi ada pula ikan yang senang terhadap intensitas cahaya yang tinggi.

Menurut Nikonorov (1975), menyatakan bahwa tingkah laku ikan di bawah sumber cahaya lampu, adalah tidak normal karena ikan tidak dapat meninggalkan sumber cahaya lampu, bahkan kadang – kadang terdapat keganjilan, misalnya ada beberapa tingkah laku ikan yang terlihat mendekati sumber cahaya, kemudian berenang cepat sekali sambil berputar – putar mengelilingi sumber cahaya, sesudah itu berlompatan ke atas permukaan.

Menurut Ben Yami, M (1976) bahwa adanya cahaya bulan dalam light fishingmemberikan pengaruh negatif, cahaya bulan membuat ikan menjadi enggan, bahkan tidak lagi tertarik pada cahaya lampu. Hal ini disebabkan karena penerangan cahaya lampu berkurang oleh adanya cahaya bulan,

Laevastu dan Hela (1970), menyatakan bahwa dengan diketahui sifat fototaxis, maka biasanya penangkapan ikan akan lebih efektif di lakukan sebelum tengah malam, hal ini disebabkan adanya memanjang dan memendekannya sel – sel kerucut retina mata ikan. Jenis – jenis ikan yang mudah ditarik dan dikumpulkan dengan cahaya lampu antara lain : Ikan Lemuru (Sardinella longiceps), Ikan Layang (Decapterus russeli), Ikan Kembung (Rastrelliger, sp), Cumi – cumi (Loligo sp) dan ikan lainnya.

Subani (1972) menyatakan bahwa pada waktu bulan purnama tingkat keberhasilan penangkapan ikan dengan menggunakan cahaya lampu biasanya rendah. Hal ini karena cahaya terbagi rata, padahal penangkapan ikan dengan lampu diperlukan keadaan gelap guna menarik ikan – ikan ke titik yang terang.

Menurut laevastu dan Hela (1970) menyatakan bahwa ikan – ikan pelagis hanya berkumpul pada suatu titik cahaya selama 1 – 2 jam setelah itu ikan akan menyebar menjauhi cahaya. Hal ini disebabkan karena ikan – ikan sudah kenyang atau juga adanya pemangsa (predator) yang berputar – putar mengililingi cahaya lampu serta berlompatan ke permukaan perairan.

Menurut Nomura dan Yamazaki (1977), bahwa dengan menggunakan cahaya lampu sebagai pemikat ikan maka ;
a.      Nelayan tidak sulit mencari gerombolan ikan.
b.      Hasil tangkapan cenderung lebih pasti jumlahnya, dan meningkat.
c.       Menghemat waktu dan lain – lainnya.

Usemahu dan Tomasila (2003) menyatakan agar penangkapan dengan cahaya lampu dapat memberikan hasil dan daya guna yang maksimal diperlukan syarat – syarat antara lain sebagai berikut ;
a.       Mampu mengumpulkan ikan yang berada pada jarak jauh.
b.      Ikan – ikan tersebut hendaklah akan tertangkap (catchable area).
c.       Setelah ikan terkumpul, hendaklah ikan –ikan tersebut tetap berada di san pada suatu jangka waktu tertentu, dan
d.      Sekali ikan terkumpul pada sumber cahaya hendaklah ikan – ikan tersebut tidak melarikan diri ataupun menyebarkan diri (berserakan).






Penggunaan cahaya lampu yang perlu diperhatikan adalah jumlah intensitas cahaya yang keluar dari sumber cahaya yang digunakan karena berhubungan erat dengan sweeming area alat tangkapnya. Faktor – faktor yang mempengaruhi kekuatan intensitas cahaya antara lain :
a.      Faktor Kecerahan
Transparansi air penting untuk diketahui dalam menentukan kemampuan intensitas cahaya menembus perairan. Jika kecerahan kecil berarti banyak partikel – partikel yang menyebar di dalam air sehingga besar pembiasan cahaya akan habis terserap oleh partikel tersebut.

b.      Faktor Gelombang, Angin dan arus
Faktor – faktor tersebut akan mempengaruhi kedudukan lampu dan akan merubah sinar – sinar yang semula lurus menjadi bengkok serta terpental, sehngga akan menyebabkan ikan – ikan menjadi ketakutan.

c.       Faktor Letak Sumber Cahaya
Intensitas cahaya di dalam air ditentukan oleh letak dari sumber cahaya tersebut. Jika letak sumber cahaya dekat, maka intensitas cahaya tinggi. Sedangkan untuk cahaya lampu di atas air (permukaan) mempunyai intensitas cahaya yang lemah karena letak sumber cahaya jauh.

d.      Faktor Cahaya Bulan
Pada waktu bulan purnama sukar sekali dilakukan penangkapan dengan menggunakan cahaya lampu, karena cahaya lampu terbagi rata sehingga peranan cahaya lampu akan berkurang.

e.      Faktor Umur Ikan dan Predator
Pada dasarnya ikan tertarik oleh cahaya lampu. Umumnya didominasi oleh ikan – ikan kecil dan ikan – ikan matang gonad (mature). Ikan – ikan besar (pemangsa) berada dilapisan dalam yang secara tiba – tiba menyerang ikan – ikan kecil tersebut sehingga menyebabkan ikan – ikan yang bergerombol menjadi bercerai berai.

Penangkapan ikan dengan menggunakan cahaya lampu menghedaki keadaan perairan yang gelap sehingga cahaya lampu merupakan suatu titik terang dengan latar belakang gelap, sedangkan pada waktu bulan terang (purnama) sulit dilakukan penangkapan dengan alat bantu cahaya lampu karena cahaya lampu terbagi rata dan ikan – ikan berenang pada permukaan yang lebih dalam dan menyebar sehingga sulit mengumpulkan pada suatu titik tertentu.

Daftar pustaka









Tidak ada komentar: